Selasa, 25 September 2018

Review Film Searching


                       Film Searching

       Film Yang baru muncul di bioskop bulan Agustus 2018 lalu ini sangat menarik dan unik karena memiliki konsep yang sesuai dengan era digital dan teknologi pada saat ini, karena kita selalu ditampilkan layar pada laptop dengan berbagai aplikasi sosial media sehingga membuat penonton merasakan film ini seperti pada kehidupan sekarang yang sering menggunakan sosial media untuk berkomunikasi ditambah Film ini bergenre Thriller yang berkisahkan tentang sebuah keluarga dari
Seorang ayah bernama David Kim yang hidup harmonis bersama sang istri Pam dan anak perempuannya bernama Margot. Lalu permasalahan dimulai dari Sang istri bernama Pam yang di diagnosa penyakit kanker dan menjadi hantaman dan tekanan bagi keluarga mereka. Pam yang tidak bisa diselamatkan dari penyakit kanker nya, meninggalkan mereka berdua. 
     Setelah kepergian Pam, semua berjalan seperti biasa hingga konflik dimulai dari David Kim yang mulai menyadari menemukan putrinya Margot menghilang dari keberadaan. Karena biasanya David bisa menghubungi Margot melalui chat dan video call, lalu margot mulai tidak bisa dihubungi. David langsung memulai pencarian sampai menggunakan jasa detektif Berbagai investigasi telah dilakukan hingga ber jam jam jam tanpa hasil dengan bantuan polisi .
David memutuskan melakukan pencarian di tempat-tempat yang belum diperiksa yaitu laptop putrinya. Di era modern dengan teknologi yang canggih, David harus menemukan beragam jejak digital putrinya hingga akhirnya ia mengetahui bahwa putrinya tidak baik-baik saja seperti yang selama ini ia pikirkan.
Sebenarnya apa yang terjadi kepada Margot anaknya? dan kemana kepergiannya?
  Sutradara film ini berhasil mencuri perhatian lewat kisah pencarian anak dengan bermodalkan jejak digital dari laptop anaknya film ini menawarkan sesuatu yang berbeda dari film biasanya. Di sini pengambilan gambar sangat unik seperti yang saya ulas diawal , yaitu lewat layar komputer dan smartphone.
Sepanjang film benar benar kita akan melihat beragam layar komputer Windows, Mac, hingga ponsel pintar iPhone. Jalan cerita dari film ini pun sangat penuh lika liku sehingga kita semakin penasaran,  sukses membuat penonton duduk manis mengikuti lika-liku kasus menghilangnya Margot anaknya.

Kita mungkin akan pusing menyaksikan layar komputer dan ponsel pintar, namun sebenarnya seru karena ini menjadi keseharian kita di era modern. 
Penonton diajak menjadi detektif dan memutar otak. Siapa pelakunya? Apakah dia? Masa sih? Dan semua jawaban yang ada di pikiran kita salah. Emosi penonton juga diajak naik turun dengan beragam petunjuk.  
Penampilan tokoh utama David kim pun perlu diapresiasi, ia berhasil menampilkan sosok ayah yang begitu posesif akan putrinya sekaligus putus asa saat mengetahui anaknya hilang. 
     Banyak aplikasi-aplikasi yang digunakan dalam film ini untuk mencari Margot sang anak seperti Facebook untuk mengetahui siapa teman-teman Margot dan menanyakan kepada teman-temannya dimana Margot akan tetapi Margot hanya berteman di dunia Maya dan tidak mengetahui Margot pergi kemana lalu menggunakan aplikasi Google map untuk melihat kapan terakhir Margot pergi serta Margot yang biasa les piano ketika David menanyakan guru les piano nya ternyata Margot sudah 6 bulan tidak mengikuti les padahal David selalu membayar biaya les nya setiap bulan akhirnya menggunakan teknologi lagi untuk  mencari tahu kemana bukti transfer uangnya dia pergunakan dan banyak lagi, yang terjadi adalah teman sosial media Margot meminta tolong untuk membantu keluarga nya yang sedang membutuhkan uang akan tetapi ketika bertemu Margot di tipu dan di Margot didorong ke danau bersama mobilnya 
   Film Searching ini kita bisa ambil hikmahnya menjadi pesan penting untuk orang tua yang harus lebih peka dan memperhatikan anak mereka, apa lagi usia-usia remaja yang rentan. Di sini pengguna media sosial juga harus lebih waspada, tidak semua yang kamu temui di internet baik.  Jadi bukan hanya keseruannya yang di dapat tapi dengan film ini mengajarkan kita perkembangan teknologi bisa menciptakan masalah dan juga bisa menjadi solusi, baik buruknya kita bisa kelola dengan bijak. 
   Maka sikap yang perlu kita lakukan diawal  terhadap perkembangan teknologi adalah edukasi atau mempelajari nya dengan baik, setelah kita dapatkan pemahaman artinya kita bisa menguasai dan mengontrol penggunaan teknologi untuk kebutuhan kita, walaupun kita tidak bisa sepenuhnya menghindari dampak negatif nya akan tetapi kita bisa meminimalisir dampak negatif yang muncul.
          Harus adanya keseimbangan antara Penggunaan teknologi dengan Menjaga hubungan kita terhadap keluarga dan sesama komunikasi secara langsung yang berkualitas itu tetap menjadi prioritas utama jika kita hanya mengutamakan dunia Maya maka kita tidak bisa sepenuhnya percaya 100% apa yang terjadi sebenarnya, karena kebenaran bisa terjadi ketika kita melihat secara langsung di sebuah situasi dan kondisi Dengan mata kita. 
         Jadi jangan sampai kita mudah menilai atau menjudge sesuatu karena kita sudah melihat nya di sosial media karena informasi yang di dapat perlu kita gali lebih dalam lagi dari dua sudut pandang yaitu sudut pandang melalui internet atau dunia Maya dan melalui pertemuan secara langsung, banyak netizen sekarang jadi mudah menjudge dan menilai tanpa ilmu dan pemahaman karena sangat mudah menilai dan tidak bertanggung jawab atas penilaian tersebut.
         Kita harus hati-hati dan benar-benar waspada dalam hal ini menjaga nilai nilai kemanusiaan kita dengan berbagai macam edukasi yang positif .

Jumat, 31 Agustus 2018

New Friend In New University

Hello

         Assalamualaikum wr wb selamat datang di postingan kedua saya, sesuai dengan judul kali ini saya akan berbagi cerita mengenai kawan pertama saya dikampus, saya kuliah di Universitas prmbangunan jaya dengan jurusan ilmu komunkasi cerita bermulai ketika pihak marketing UPJ membuat Group mahasiswa baru di aplikasi sosial media yaitu line dan mahasiswa mahasiswa baru yang ada di group mulai mengenalkan nama mereka asal sekolah dll lalu kita di infokan oleh pihak marketing akan ada prima yaitu perkenalan mahasiswa baru terhadap universitas biasa yang kita tahu ospek, beberapa dari mahasiswa baru di group mulai ada inisiatif untuk mengajak meet up sebelum prima dimulai, setelah penentuan tanggal meet up dan lokasi pertemuan diadakan di Praja Coffe sektor sembilan, singkat cerita pada hari pertemuan saya datang terakhir lalu saya mengajak berkenalan salah satu mahasiswa baru di pertemuan itu namanya dewo dia dari SMA Negeri 87 Jakarta  dan dia tinggal di daerah pondok ranji kebetulan daerah tersebut daerah rumah nenek saya lalu saya menanyakan dia sudah memesan minuman atau belum akhirnya kita memesan minuman bersama obrolan tidak berlanjut lama karena ada sesi foto awalnya saya menilai dewo orang yang sinis dari tatapan matanya tapi ketika berbicara dia ramah jadi memang raut wajahnya seperti itu artinya kita tidak bisa menilai orang dari covernya kita perlu mengenal lebih dalam baru kita bisa menilai bagaimana karakter orang itu.

         Setelah itu acara prima dimulai seluruh mahasiswa baru dari berbagai program studi mulai dikelompokan dengan acak saya tidak sekelompok dengan dewo tapi kita sempat berpapasan dan saling sapa, "wey woo" kata saya Dewo membalas "oii Bud kelompok berapa lu?" Dewo bertanya, "kelompok 1 gua lu berapa wo?" saya jawab , "mantab mantab gua 5 cuy" kata Dewo, "ohhh 5 berkabar ya" setelah itu saya pergi , ketika acara prima selesai, pembagian kelas belajar dimulai dan kita satu kelas yang sama dari situ lanjut pembicaraan dari berbagi pengalaman & Cerita masa lalu waktu di SMA dan kenapa ambil jurusan ilmu komunikasi, Itu saja yang bisa saya ceritakan sekian & terima kasih, have a good day

Kamis, 30 Agustus 2018

The History Of Me

Hallo Netizen

        Assalamualaikum wr wb selamat datang di Blog saya di postingan pertama ini berisi tentang profil diri saya pribadi selamat membaca, perkenalkan nama saya Budi Aprisal biasa di panggil Budi, iya nama budi yang biasa dijadikan contoh pelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar, nama budi bukan berarti saya keturunan orang jawa tetapi nama budi di ambil dari nama dokter yang menangani proses kelahiran saya, orang tua saya terinspirasi ketika kelahiran saya diwaktu shubuh dokter tersebut izin untuk sholat shubuh maka dari itu harapannya ketika saya besar nanti akan rajin ibadah Amin Allahuma Amin saya anak ke tiga dari 4 bersaudara semua nya laki laki artinya ibu saya paling cantik di rumah hehe, terlahir dalam keluarga yang sederhana dimana ayah saya adalah seorang karyawan Swasta di salah satu perusahaan besar yaitu PT Unilever Indonesia. Beliau salah satu sosok ayah yang memiliki karakter luar biasa pekerja keras tidak gampang menyerah, sangat sabar dan beliau juga sosok yang ramah juga suka berkenalan dengan orang orang baru sehingga beliau memiliki wawasan yang luas serta mendapatkan banyak informasi terutama peluang-peluang bisnis yang membuat diluar bekerja beliau pun diam-diam mulai membangun usaha lalu penghasilan yang didapat di alokasikan untuk membeli asset bukan untuk lifestyle. Dari beliau saya sangat bangga dan banyak sekali belajar sehingga karakter ayah saya pun menular ke saya, sesuai kata pepatah buah jatuh tidak jauh dari pohonnya super sekali bukan. :)
     
         Dari mulai masuk dibangku pendidikan Sekolah dasar saya berteman dengan siapapun kebiasaan itu juga berlanjut ketika masuk dijenjang pendidikan SMP dan SMA di dasari rasa ingin tahu segala hal ketika ada hal baru saya pasti ingin belajar dan selalu mencoba hal baru tersebut banyak pembelajaran saya dapat dari yang baik dan buruk, dari segi yang baik membuat saya bertumbuh dan berkembang ketika saya bergaul dengan yang pintar saya jadi ikut pintar nilai saya pun jadi bagus dan sempat mendapat ranking di sekolah dasar, ketika saya bergaul dengan teman saya yang memiliki keahlian bermain musik dari Gitar dan beat box saya akhirnya belajar sampai saya bisa seperti dia setelah itu saya juga mempunyai teman saya yang bisa bela diri saya juga jadi bisa bela diri ketika saya minta diajari , lalu dari segi buruk ketika bergaul dengan teman teman yang negatif saya juga sempat terbawa arus negatif yang tidak bisa disebut disini hehe. Hingga saya mengambil kesimpulan semua itu adalah proses kehidupan dimana karakter yang kita punya sekarang dibangun berdasarkan pengaruh lingkungan, Alhamdulillah saya sangat bersyukur selalu mendapatkan bimbingan dan perlindungan Allah SWT, Semoga kita semua selalu dalam Lindungan dan pertolongan Allah SWT Amiiin . Mungkin ini saja sedikit kisah dari saya sebenarnya masih banyak hal yang bisa saya bagikan mungkin di lain waktu Terimakasih, sukses untuk kita semua.